Sekotong Butuh Event Budaya dan Pariwisata

Kecimol Budaya Tradisional LombokOleh Sumade Chicharito Hernandez pada 15 Mei 2011 jam 15:08 

Giri Menang (Suara NTB)

Setelah terpisahnya Kabupaten Lombok Utara (KLU) dengan membawa asset pariwisata berharga seperti tiga gili yang ada di kawasan itu, nampaknya harus mulai disikapi Pemkab Lobar. Karena, untuk pengembangan pariwisata, Pemkab tidak bisa hanya mengandalkan kawasan Senggigi, salah satu daerah yang paling potensial adalah Sekotong. 

Oleh karena itu, kalangan DPRD Lobar dalam hal ini Komisi II DPRD setempat yang membidangi sektor pariwisata memandang pengembangan Sekotong harus segera dimulai dan diawali dengan pagelaran event-event yang menyangkut masalah budaya dan pariwisata. Jika di Senggigi ada Festival Senggigi yang konsepnya terkesan monoton dan kurang mendapat minat wisatawan, di Sekotong bisa juga di adakan event seperti Sekotong Fair atau yang lainnya. 

Ketua Komisi II DPRD Lobar Sulhan Muchlis Ibrahim ST kepada Suara NTB Minggu (10/4) kemarin menyatakan, untuk pengembangan Sekotong, pemerintah daerah harus berani menganggarkan penyediaan fasilitas umum dan infrastruktur yang memadai. Selain itu, akses ke daerah Sekotong dan kenyamanan seperti penerangan jalan baik itu pusat rekreasi umum, termasuk juga keamanan yang perlu juga mendapat pembenahan. 

Kemudian lanjut Sulhan, program promosi melalui media elektronik dan media lainnya juga bisa dijadikan objek promosi trendsetter untuk mempromosikan kawasan Sekotong supaya dunia luar mengetahui keberadaan Sekotong dengan potensi wisata yang dimiliki. “Yang tidak kalah perlu juga, diadakannya event-event kebudayaan atau pariwisata yang dipusatkan di wilayah Sekotong. Jangan hanya Festival Senggigi saja, mungkin Sekotong Fair sesekali kerjasama dengan pihak Hotel seperti Sun Dancer dan lainnya,” imbuhnya. 

Dari hasil penilaiannya selama ini, pariwisata Sekotong tidak terlalu menjadi fokus perhatian Pemkab Lobar. Karena, lanjut dia, Pemkab lebih cendrung dalam mencari pendapatan Asli Daerah (PAD) bersifat pragmatis dan instan sehingga lebih mengedepankan sector yang memberikan hasil instan seperti sector pertambangan. “Selain belum adanya tata ruang yang jelas untuk kawasan Sekotong. Dengan dibahasnya perda RTRW ini, akan terlihat jelas zona tambang dan zona pariwisata. Sehingga arah pembangunan pariwisata Sekotong lebih mengerucut,” katanya kemudian. (smd)

Artikel Terkait :

1.    Kawasan Wisata Sekotong

2.    I Love Sekotong

2 responses to “Sekotong Butuh Event Budaya dan Pariwisata

Silahkan tinggalkan komentar, untuk silaturahmi selanjutnya

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s